Minggu, 31 Oktober 2010

KISAH SEMANGAT UNTUK MENGETUK




Ketika Kolonel Harland Sanders pensiun pada usia 65, ia tidak memiliki uang banyak untuk dirinya sendiri, kecuali mobil van tua, sebuah pensiun bulanan senile $ 105, dan resep masakan daging ayam.

Mengetahui bahwa ia tidak bisa hidup layak di usia pensiun dengan penghasilan segitu, ia mengambil resep ayam di tangan, duduk di belakang kemudi dari mobil van-nya, dan berangkat untuk membuat kekayaannya. Rencana pertamanya adalah untuk menjual resep ayam untuk pemilik restoran, yang pada gilirannya akan memberinya sisa untuk setiap potong ayam mereka jual - 5 sen per ayam. Kunjungan Restoran pertama yang ia tawari menolaknya.

Begitu pula yang kedua.

Begitu pula yang ketiga.

Bahkan, sampai yang ke 1008 . kunjungan Colonel Sanders berakhir dengan penolakan. Namun, ia terus melakukan penawaran ke pemilik rumah makan. Saat ia melakukan perjalanan melintasi Amerika Serikat, ia tidur di mobil untuk menghemat uang. Baru pada penawaran ke 1009 memberinya jawaban pertama "ya."

Setelah berjalan dua tahun , telah tercatat penjualan total di lima restoran. Kolonel masih terus berjuang, ia tahu bahwa ia mempunyai resep besar ayam goreng dan bahwa suatu hari nanti ide itu akan sukses.

Tentu saja, Anda tahu bagaimana akhir cerita. Gagasan tersebut sukses. Pada 1963, Kolonel memiliki 600 restoran di seluruh negeri yang menjual resep rahasia Kentucky Fried Chicken (dengan 11 bumbu dan rempah-rempah).

Pada tahun 1964 royalti resepnya dibeli oleh gubernur Kentucky John Brown. Meskipun penjualan resep ayam goring membuatnya multi-jutawan, ia telap melanjutkan untuk mewakili dan mempromosikan KFC sampai kematiannya pada tahun 1990.

Kisah Colonel Sanders mengajarkan pelajaran penting: yaitu tidak pernah terlalu terlambat untuk memutuskan dan tidak pernah menyerah.

Sebelumnya dalam hidupnya Kolonel terlibat dalam usaha-usaha bisnis lainnya - tapi semua gagal. Dia pernah punya usaha pompa bensin di usia30-an, sebuah usaha restoran di usia 40-an, dan dia gagal pada kedua usahanya. Namun Pada usia 65 tahun, Harland Sanders memutuskan resep ayamnya yang merupakan ide yang gemilang, dan ia menolak untuk menyerah, bahkan dalam penolakan berulang-ulang.

Dia tahu bahwa jika ia terus mengetuk pintu, akhirnya seseorang akan berkata "ya." Ini adalah bagaimana Tuhan telah memerintahkan dalam kehidupan. Dia berkata, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." , "Mintalah - tidak hanya sekali, tetapi sebanyak-banyaknya. Teruslah mengetok mengetuk sampai pintu dibuka."
Jika Anda saat ini bekerja dengan setengah hati dalam menjalankan Takdir Tuhan dalam hidup Anda ...dan jika Anda memiliki sifat terlalu mudah menyerah di masa lalu ...

ingat:
Tidak pernah terlalu terlambat untuk gigih berjuang. Tidak pernah terlalu terlambat memutuskan jangan pernah menyerah. Terus mengetuk. Terus bertanya. Teruslah mencari.


============================================
Sumber artikel, dari buku:
Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, 1001 Kisah Sumber Inspirasi, Idea Press, Yogyakarta. Hal. 213-214. ISBN 978-6028-686-402.

CINTA SEGITIGA





Segitiga Cinta
Ada banyak alasan orang untuk menikah. Ada yang bilang bahwa pasangannya enak diajak bicara. Ada yang bilang pasangannya sangat perhatian. Ada yang bilang merasa aman dekat dengan pasangannya. Ada yang bilang pasangannya macho atau sexy. Ada yang bilang pasangannya pandai melucu. Ada yang bilang pasangannya pandai memasak. Ada yang bilang pasangannya pandai menyenangkan orang tua. Pendek kata kebanyakan orang bilang dia COCOK dengan pasangannya.

Ada banyak alasan pula untuk bercerai. Ada yang bilang pasangannya judes, bila diajak bicara cenderung emosional. Ada yang bilang pasangannya sangat memperhatikan pekerjaannya saja, lupa kepada orang-orang di rumah yang setia menunggu. Ada yang bilang pasangannya sangat pendiam, tidak dapat bertindak cepat dalam situasi darurat, sehingga merasa kurang terlindungi.
Ada yang bilang pasangannya kurang menggairahkan.
Ada yang bilang pasangannya gak nyambung kalau bicara. Ada yang bilang masakan pasangannya terlalu asing atau terlalu manis. Ada yang bilang pasangannya tidak dapat mengambil hati mertuanya. Pendek kata kebanyakan orang bilang bahwa dia TIDAK COCOK LAGI dengan pasangannya.

Kebanyakan orang sebetulnya menikah dalam ketidakcocokan. Bukan dalam kecocokan. Dr. Paul Gunadi menyebut kecocokan-kecocokan diatas sebagai sebuah ilusi pernikahan. Dua orang yang pada waktu pacaran merasa cocok tidak akan serta merta berubah menjadi tidak cocok setelah mereka menikah.

Ada hal-hal yang hilang setelah mereka menikah, yang sebelumnya mereka pertahankan benar-benar selama pacaran. Sebagai contoh, pada waktu pacaran dua sejoli akan saling memperhatikan, saling mendahulukan satu dengan yang lain, saling menghargai, saling mencintai. Lalu apa yang dapat menjadi pengikat yang mampu terus mempertahankan sebuah pernikahan, bila kecocokan-kecocokan itu tidak ada lagi? Jawabannya adalah KOMITMEN.
Seorang kawan saya di Surabaya membuat sebuah penelitian, perilaku selingkuh kaum adam pada waktu mereka dinas luar kota dan jauh dari anak /isterinya. Apa yang membuat pria-pria tersebut selingkuh tidak perlu dijabarkan lagi. Tetapi apa yang membuat pria-pria tersebut bertahan untuk tidak selingkuh? Jawaban dari penelitian tersebut sama dengan diatas yaitu : KOMITMEN.

Hanya komitmen yang kuat mampu menahan gelombang godaan dunia modern pada waktu seorang pria berada jauh dari keluarganya.
Begitu pula sebaliknya, pada kasus wanita yang berselingkuh.

Komitmen adalah sebagian dari cinta dalam definisi seorang psikolog kenamaan bernama Sternberg. Dia menyebutnya sebagai "triangular love" atau segitiga cinta dimana ketiga sudutnya berisi : Intimacy (keintiman), Passion (gairah) dan Commitment (komitmen). Sebuah cinta yang lengkap dalam sebuah rumah tangga selayaknya memiliki ketiga hal diatas.

Intimacy atau keintiman adalah perasaan dekat, enak, nyaman, ada ikatan satu dengan yang lainnya.

Passion atau gairah adalah perasaan romantis, ketertarikan secara fisik dan seksual dan berbagai macam perasaan hangat antar pasangan.

Commitment atau komitmen adalah sebuat keputusan final bahwa seseorang akan mencintai pasangannya dan akan terus memelihara cinta tersebut "until death do us apart".

Itulah segitiga cinta karya Sternberg yang cukup masuk akal untuk dipelihara dalam kehidupan rumah tangga. Bila sebuah relasi kehilangan salah satu atau lebih dari 3 unsur diatas, maka relasi itu tidak dapat dikatakan sebagai cinta yang lengkap dalam konteks hubungan suami dan isteri, melainkan akan menjadi bentuk-bentuk cinta yang berbeda.

Sebagai contoh :

Bila sebuah relasi hanya berisi intimacy dan commitment saja, maka relasi seperti ini biasa disebut sebagai persahabatan.

Bila sebuah relasi hanya bersisi passion dan intimacy saja tanpa commitment, maka ia biasa disebut sebagai kumpul kebo.

Bila sebuah relasi hanya mengandung passion saja tanpa intimacy dan commitment, maka ia biasa disebut sebagai infatuation (tergila-gila) .

Nah, bagaimana bentuk cinta anda... ???
================================================================
Sumber Artikel dari buku

Sudarmono, Dr.(2010). Mutiara Kalbu Sebening Embun Pagi, Idea Press, Yogyakarta. pp. 204-206. ISBN 978-6028-686-402.

Senin, 11 Oktober 2010

Seorang Muslim



 
MY FOTO

Orang Muslim meyakini bahwa kebahagiaannya di dunia dan akhirat sangat ditentukan oleh sejauh mana pembinaan terhadap dirinya, perbaikan, dan penyucian dirinya.
Selain itu, ia meyakini bahwa kecelakaan dirinya sangat ditentukan oleh sejauh mana kerusakan dirinya, pengotorannya, dan kebrengsekannya. Itu semua karena dalil-dalil berikut:
Firman Allah Ta‘ala, “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menjiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy-Syams: 9-10).
“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum, demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka), demikianlah Kami memberi balasan kepada orang orang yang zhalim. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya.” (Al-A’raaf: 40-42).
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shallih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (Al-‘Ashr: 1-3).
Sabda Rasulullah saw., “Semua dan kalian masuk surga, kecuali orang-orang yang tidak mau.” Para sahabat bertanya, “Siapa yang tidak mau masuk surga, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. bersada, “Barangsiapa taat kepadaku, ia masuk surga. Dan barangsiapa bermaksiat kepadaku, ia tidak mau (masuk surga).” (HR Bukhari).
“Semua manusia beramal, dan menjual dirinya memperbaiki dirinya, atau membinasakannya.” (HR Muslim).
Orang Muslim meyakini bahwa sesuatu yang bisa membersihkan dirinya, dan menyucikannya ialah iman yang baik, dan amal shalih. Ia juga meyakini, bahwa sesuatu yang mengotori dirinya, dan merusaknya ialah keburukan kekafiran dan kemaksiatan, berdasarkan dalil-dalil berikut:
Firman Allah Ta‘ala, “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada sebagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (Huud: 114).
“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (Al-Muthaffifin: 14).
Sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya jika seorang Mukmin mengerjakan dosa, maka ada noda hitam di hatinya. Jika ia bertaubat, berhenti (dari dosa tersebut), dan beristighfar, maka hatinya bersih. Jika dosanya bertambah, bertambah pula noda hitamnya, hingga menutupi hatinya.” (HR An-Nasai dan At-Tirmidzi. At-Tirmidzi berkata bahwa hadits ini hasan shahih).
Noda hitam tersebut tidak lain adalah tutupan hati yang disebutkan Allah Ta‘ala dalam surat Al-Muthaffifin di atas.
“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan tindaklanjutilah kesalahan dengan kebaikan niscaya kebaikan tersebut menghapus kesalahan tersebut, serta bergaulah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim).
Oleh karena itulah, orang Muslim tidak henti-hentinya membina dirinya, menyucikannya, dan membersihkannya. Sebab, ia orang yang paling layak membinanya, kemudian ia memperbaikinya dengan etika-etika yang membersihkannya, dan membersihkan kotoran-kotorannya. Ia menjauhkan diri dan apa saja yang mengotorinya, dan merusaknya seperti keyakinan-keyakinan yang rusak, ucapan-ucapan yang rusak, dan amal perbuatan yang rusak. Ia melawan dirinya siang malam, mengevaluasinya setiap saat, membawanya kepada perbuatan-perbuatan yang baik, mendorongnya kepada ketaatan, menjauhkannya dari segala keburukan dan kerusakan.
 

PEMUDA




PEMUDA
Pemuda adalah golongan penting untuk membawa Islam kedalam masyarakat manusia. Mereka adalah golongan yang dikatakan sebagai tiang kepada negara. Peranan mereka amat penting dalam proses pembentukan sesebuah negara. Seperti pandangan pemikir-pemikir dan cendikiawan-cendikiawan bahawa untuk melihat keadaan masa depan sesebuah negara itu lihatlah kepada keadaan pemuda-pemudi mereka sekarang.
Pandangan ini membayangkan kepada semua tentang kekuatan sesebuah negara itu bergantung kepada kekuatan pemuda-pemudinya. Jika mereka sentiasa dalam keadaan ingin menguatkan negara mereka, atau berusaha untuk mencari kejayaan dalam hidup mereka di dunia dan akhirat, maka insyaAllah negara itu akan kuat dimasa depan.
Dan sebaliknya iaitu jika golongan ini sentiasa sibuk ataupun disibukkan dengan hiburan dan perkara yang melalaikan pemikiran dan jiwa mereka, tiada berkehendak untuk berfikir tentang masa depan mereka dan mereka hanya tahu berpesta atau berhibur semata-mata maka, kita bakal melihat kemusnahan negara tersebut dimasa depan.
Tetapi untuk membentuk pemuda pemudi seperti yang dikehendaki Islam, ianya bukanlah perkara yang enteng. Mereka hendaklah membina diri dengan lengkap dan sempurna mengikut pandangan Islam. Antara keperluan yang digariskan ialah :
1.Membina kematangan akal :
Dengan memberi perhatian bersungguh kepada ilmu supaya menjadi seorang pemuda yang faham ilmu fardhu ain ,kifayah, dunia, akhirat dan lain-lain. Dengan ilmu juga mereka akan mengenali Allah sebagai pencipta, kenal Islam sebagai agama, yakin dengan perjuangan sebagai jalan untuk menyelamatkan manusia. Dengan ilmu juga mereka dapat memajukan diri, keluarga dan negara menurut Islam. Firman Allah swt :
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
Bacalah dengan nama Rabbmu yang menciptakan (al-Alaq ayat : 1)
2.Membina roh dengan ibadah :
Ibadah merupakan hubungan dengan Allah secara langsung. Samada yang dinamakan rukun wajib seperti sembahyang puasa, ataupun sunat seperti membaca al-Quran, zikir, tahlil dan lain-lain. Dengan kita pada setiap masa memenuhi tuntutan ibadah ini maka kita sebenarnya telah menguatkan roh. Kesan dari roh yang kuat ini maka akan terhasilah ibadah yang ikhlas kerana Allah. Jika badan kita kuat tetapi roh kita lemah maka ini menunjukkan tiada keseimbangan dalam memenuhi tuntutan kedua-duanya.
3.Membina akhlak :
Sifat-sifat yang mulia, kelakuan-kelakuan yang baik sebagai seorang Islam dan mukmin perlu diterap dalam diri pemuda-pemudi Islam. Bukan sahaja kepintaran tetapi juga mesti kepintaran itu disulami dengan akhlak mulia. Dengan akhlak kita akan dapat menawan hati manusia. Berusaha untuk mencontohi akhlak rasulullah kerana rasulullah ada bersabda yang bermaksud “ Sesungguhnya aku dibangkitkan untuk menyempurnakan akhlak.”
4.Membina tubuh badan yang sihat:
Mengambil makanan seimbang adalah penting bagi membina tubuh yang sihat selain dari bersukan. Tubuh badan yang sihat akan menjana akal yang sihat. Tubuh badan yang sihat juga akan membentuk manusia yang cergas, fikiran akan menjadi tajam, ianya juga secara tidak langsung akan dapat memberikan kekuatan fizikal kepada pemiliknya.
5.Membina hubungan dengan masyarakat:
Suka bergaul dengan mereka, mengambil berat tentang mereka, bertanyakan khabar mereka, berkenalan dengan mereka, berkhidmat secara ikhlas kerana Allah tanpa mengira fahaman, mazhab, kedudukan dan batasan. Selari dengan firman Allah Taala :
وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰ‌ۖ
“Dan bertolong-tolonganlah kamu dalam perkara taqwa (surah al-Maidah ayat 2 )
Untuk mereka mendapat kejayaan didalam sesuatu bidang, mereka hendaklah memahami perkara asas dahulu. Kalau petani mesti tahu perkara asas tanaman, kalau nelayan mestilah tahu asas tentang ikan dan laut. Begitu jugalah dengan perhubungan dengan masyarakat. Mereka mestilah mengetahui akan perkara asas yang menjadi kesukaan atau kebencian masyarakat kerana dengan cara ini kita dapat mengenali masyarakat secara dekat. Justeru, kita mestilah bergaul dan mengenali mereka dengan lebih dekat lagi agar dakwah kita akan menjadi lebih berkesan.
Inilah ciri-ciri pemuda harapan, yang mampu menyelamatkan Islam, negara dan ummatnya. Oleh kerana jalan perjuangan untuk memartabatkan Islam penuh dengan cabaran dan dugaan, maka mereka yang mampu untuk meredah  melepasi rintangan kepada kejayaan ini hanyalah mereka yang kuat rohani dan jasmaninya.
Hari ini pemuda-pemuda kita ramai yang bersemangat tetapi mereka kehilangan kekuatan. Kelima-lima kekuatan tadi juga mampu membentuk muslim dan mukmin yang terbuka, bertoleransi dan tidak melulu, melampau, ekstrim, taksub membabi buta. Malah kelima-lima kekuatan tadi juga akan dapat melahirkan pemuda yang berpandangan jauh, tidak sempit pemikirannya dan juga boleh diajak berbincang secara ilmiah.
Bayangkan keadaan dimana pemuda muslim yang cuba berdakwah kepada orang ramai tentang Islam mempunyai sifat-sifat seperti tidak cerdik kerana tiada ilmu dan tidak mendalaminya, tidak melakukan ibadat wajib mahupun sunat, berakhlak buruk, tidak bermaya dan tidak bergaul dengan masyarakat. Adakah anda fikir dakwah mereka akan berjaya?
Maka sewajarnyalah bagi semua pemuda Islam untuk melengkapkan diri mereka semua dengan kekuatan-kekuatan ini. Janganlah kerana kejahilan dan kelemahan dalam diri kita, akan menyebabkan usaha untuk mendaulatkan Islam menjadi sia-sia. Dan paling malang apabila orang yang berminat untuk mendalami Islam semakin menjauhi Islam kerana kelemahan kita. Akhirnya Islam pula dipandang buruk kerana kita Waiyyazubillah.
Wallahua’lam