Minggu, 15 Agustus 2010

Diantara mereka, ada anak muda tak jelita pujaannya
walau tak jelita, ia seolah paling menawan didunia
ia banggakan pujaannya penuh rasa bangga
ia berhak memilih siapa saja yang harus ia puja

Baginya sang pujaan tetap yang paling jelita
tak ia pedulikan gadis lain yang lebih jelita darinya
kekurangan yang ada padanya seakan tiada
dialah gadis purna diatas segala-galanya,

Minggu, 08 Agustus 2010

Anak Bangsa


Aku anak merdeka
Bangkit dari persada luka
Berdiri megah di pentas wira
Inginku tebus maruah bangsa
Aku anak merdeka
Terjaga dari ranjang kecewa
Berpaksi gagah di panggung perkasa
Ingin ku bela nasib bangsa
Aku anak merdeka
Harapan nusa dan bangsa
Akan kutentang petualang negara
Yang tegar membuat angkara
Aku anak merdeka
Di hati semangat waja
Di dada penuh satria
Ini Tuah akan membela
Untuk kubalut luka lama

Minggu, 04 Juli 2010

PerTaubat-an

Penyesalan…
Kesedihan…
Duhai jiwa yang terdampar
Di pulau asing dan terjerumus di jurang kemaksiatan
Berdiri dan tataplah langit
Tengoklah ke sebelah kanan dan kirimu
Apakah yang belum engkau raih
Bukankah selama ini engkau telah mengenyam berjuta-juta nikmat
Oksigen gratis
Cahaya dan panas matahari cuma-cuma
Air yang terus memancar dari dalam perut bumi
Tanpa perlu kau tukar dengan uang sepeser pun juga
Duduklah dan renungkan
Apa yang selama ini kamu lakukan
Beramal dengan ikhlas ataukah hanya sekedar mencari pujian
Pujian dari manusia dan ketenaran di tengah-tengah mereka
Apakah engkau pernah menghitung
Berapa kali engkau terjatuh dalam maksiat
Secara sadar maupun yang kau anggap perkara
biasa dan sepele, toh banyak orang yang juga melakukannya
Maha suci Allah!!!
Al Quran ada di atas mejamu
Buku-buku agama bertumpuk di sekelilingmu
Alunan suara para qari’ senantiasa terdengar di kanan dan kirimu
Masihkah engkau tak bergeming
Dengan noda-noda hitam di dalam lubuk hatimu
Ranjau-ranjau maksiat itu akan segera membinasakanmu
Sadarilah, apa lagi yang kau tunggu
Apakah kau menunggu malaikat maut
Menjemput dan memaksamu
Ataukah kau telah merasa surga layak untuk
Seorang pecandu maksiat sepertimu
Saudaraku, singsingkan lengan bajumu
Tataplah masa depan
Berharaplah kepada kemurahan Ar Rahman
Marilah kita kembali tunduk kepada-Nya
Mumpung pintu taubat masih terbuka dan memanggil-manggil
Kita yang penuh salah dan dosa
Rasulullah saja, makhluk termulia
Dalam sehari beristighfar 100 kali kepada-Nya
Lalu siapakah kita
Apabila dibandingkan dengan seorang manusia
Paling mulia di atas jagad raya
Seperti beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
Akankah taubat itu kita tunda-tunda
Jangan, sebab semakin kau tunda
Maka penyesalan itu akan berubah menjadi bencana
Siksaan berlipat ganda di dalam neraka
Sampai si durhaka berkata
Duhai, seandainya aku dulu hanya
menjadi sebongkah tanah saja

Minggu, 20 Juni 2010

Ketentuan



Andai hati ini boleh dilihat
Pasti ramai yang tidak sanggup melihat deritanya
Sarat dengan sengsara

Namun..
Terlindung disilau redha

Andai hati ini boleh berbicara
Pasti ia akan lontarkan cerita yang paling sedih
Bayangan suramnya jiwa

Namun..
Tersorok di tabir qonaah
Andai hati ini boleh berlagu
Pasti ia akan mengalunkan irama yang paling sendu
Luahan luhur dalam diri yang luluh

Namun..
Tersekat di tembok sabar
Andai hati ini boleh dilukis
Pasti ramai yang menitiskan air mata
Menyaksikan kesakitannya

Namun..
Terpasak di tunjang pasrah

Ya Robbi
Kami bukan para Anbiya
Yang imannya terus menebal
Kami juga bukan para Malaikat
Yang imannya tetap tak berganjak

Kami hamba-Mu yang dhaif
Yang imannya kadang-kala luas dan adakalanya sempit

Ya Rahman

Andai ini yang kau inginkan
Sebagai suratan perjalanan
Anugerahkan kami kejituan iman
Bentengi dengan kekuatan

Saluti diri dengan keikhlas Ya Rahim
Andai ini yang ditakdir
Pasrah terima ketentuan…

Minggu, 13 Juni 2010

cinta_MU



Sendiri di satu pagi memandang cerahnya hari dengan udara yang sejuk. Membuatku selalu berfikir, mengapa seindah ini dunia yang Engkkau ciptakan bagi kami. Membuatku selalu bertanya, apa yang Engkau harapkan ketika mencipta aku  dan semua keindahan ini. Satu hal yang sangat tidak kupahami tetapi menjadikanku dengan tulusnya menyatakan bahwa ternyata Engkau sangat mencintaiku.¨Suatu hal yang indah yang telah kuperoleh dari Mu. Tetapi apa balasku, aku bahkan lalai dengan apa yang Engkau tugaskan padaku. Lalai saja tidak cukup, bahkan aku melakukan hal hal yang Engkau larang melalui kitab dan rasul Mu. Sungguh apa yang bisa kukatakan mengenai semua ini, semua menjadi sebuah tuak yang menghinakan aku.¨Aku ingin hidup seribu tahun lamanya agar aku bisa memperbaiki semua kelakuanku selama ini. Tetapi apakah itu bisa menjamin bahwa diriku tidak akan kembali melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya, untuk ketiga kalinya atau bahkan untuk kesekian kalinya. Sama sekali tidak menjamin, karena aku hanyalah seorang manusia tempatnya dosa dan kesalahan.¨Malu sekali diriku ketika melakukan kesalahan, kemudian bersimpuh di malam Mu tetapi keesokan harinya aku melakukan kesalahan yang sama. Teramat sangat malu diriku untuk kembali meminta maaf Mu, sehingga diriku menjadi salah satu manusia yang tergolong munafik. Aku selalu bilang aku sudah melakukan apa yang Engkau perintahkan tetapi aku sendiri tak tahu apa itu kulakukan karena cintaku kepada Mu atau hanya kulakukan sebagai kewajibanku saja. Sungguh hinanya diriku ya Rabb.¨Ya Rabb berilah aku sedikit kekuatan untuk menangkal godaan makhluk Mu yang selalu mengajakku ke dalam kebathilan. Bantulah aku agar bisa bersanding dengan umat umat Rasul Mu di surga yang telah Engkau sediakan untuk beliau. Tambahkanlah rasa cinta ku kepada Mu ya Rabb agar aku dapat selalu melakukan apa pun yang Engkau perintahkan kepadaku. Agar aku senantiasa beribadah karena kecintaanku kepada Mu

cinta_MU



Sendiri di satu pagi memandang cerahnya hari dengan udara yang sejuk. Membuatku selalu berfikir, mengapa seindah ini dunia yang Engkkau ciptakan bagi kami. Membuatku selalu bertanya, apa yang Engkau harapkan ketika mencipta aku  dan semua keindahan ini. Satu hal yang sangat tidak kupahami tetapi menjadikanku dengan tulusnya menyatakan bahwa ternyata Engkau sangat mencintaiku.¨Suatu hal yang indah yang telah kuperoleh dari Mu. Tetapi apa balasku, aku bahkan lalai dengan apa yang Engkau tugaskan padaku. Lalai saja tidak cukup, bahkan aku melakukan hal hal yang Engkau larang melalui kitab dan rasul Mu. Sungguh apa yang bisa kukatakan mengenai semua ini, semua menjadi sebuah tuak yang menghinakan aku.¨Aku ingin hidup seribu tahun lamanya agar aku bisa memperbaiki semua kelakuanku selama ini. Tetapi apakah itu bisa menjamin bahwa diriku tidak akan kembali melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya, untuk ketiga kalinya atau bahkan untuk kesekian kalinya. Sama sekali tidak menjamin, karena aku hanyalah seorang manusia tempatnya dosa dan kesalahan.¨Malu sekali diriku ketika melakukan kesalahan, kemudian bersimpuh di malam Mu tetapi keesokan harinya aku melakukan kesalahan yang sama. Teramat sangat malu diriku untuk kembali meminta maaf Mu, sehingga diriku menjadi salah satu manusia yang tergolong munafik. Aku selalu bilang aku sudah melakukan apa yang Engkau perintahkan tetapi aku sendiri tak tahu apa itu kulakukan karena cintaku kepada Mu atau hanya kulakukan sebagai kewajibanku saja. Sungguh hinanya diriku ya Rabb.¨Ya Rabb berilah aku sedikit kekuatan untuk menangkal godaan makhluk Mu yang selalu mengajakku ke dalam kebathilan. Bantulah aku agar bisa bersanding dengan umat umat Rasul Mu di surga yang telah Engkau sediakan untuk beliau. Tambahkanlah rasa cinta ku kepada Mu ya Rabb agar aku dapat selalu melakukan apa pun yang Engkau perintahkan kepadaku. Agar aku senantiasa beribadah karena kecintaanku kepada Mu

Renungan



¨Aku menatap langit sore yang diselimuti awan putih. Terlihat beberapa ekor burung yang tengah menikmati hidupnya berkeliling melawan derasnya angin. Kurasakan kebebasan yang menyelimuti burung-burung itu kemudian terlintas tanya dalam benakku.¨Hai burung-burung mungil, bagaimanakah kehidupanmu di atas sana? Apa saja yang kau lakukan sepanjang hidupmu? Dan bagaimanakah caramu berterimakasih kepada Tuhanmu yang telah memberikan kebebasan pada hidupmu?¨Sebuah tanya tanpa jawab yang kuperoleh seiring dengan berlalunya burung-burung itu.¨

Pandanganku kemudian beralih pada orang-orang yang berlalu lalang dari arah kanan dan kiriku. Seakan membawa pikiranku kepada dua malaikat yang selalu menyertaiku di samping kanan dan kiriku. Pikiranku menerawang jauh pada hidup yang selama ini kujalani. Muncul pertanyaan dalam hatiku ketika teringat pada makhluk Allah SWT yang selalu berada di samping kiriku.¨œWahai malaikat yang senantiasa mencatat segala amal buruk perbuatanku, apakah engkau telah lelah menulis karena terlalu banyak dosa dan kesalahan yang kuperbuat selama ini? Apakah lembaran-lemabaran dosa ini sudah teramat penuh sehingga engkau memerlukan berpuluh-puluh, beratus-ratus bahkan berjuta-juta lembar lagi untuk menuliskan dosa-dosaku?�¨Air mataku jatuh bagaikan air sungai deras menerpa pipiku mengingat banyak sekali dosa dan kesalahan yang telah kuperbuat.¨Ketika aku menolehkan pandanganku ke arah kanan, tangisku seakan tak terhindarkan dari ingatan hidupku yang memunculkan tanya pada malaikat yang selalu berada di samping kananku.¨œWahai malaikat yang selalu mencatat amal perbuatan baikku. Apakah pena yang kau gunakan untuk menulis sekarang telah menjadi macet karena jarang sekali kau gunakan dalam menulis amal perbuatan baikku? Apakah lembaran-lembaran kebaikanku ini masih berupa halaman kosong yang belum tersentuh penamu karena jarang sekali aku melakukan kebaikan selama hidupku?�¨Aku hanya bisa terdiam dalam tangis panjang. Aku sangat berharap tangisku akan memberikanku kekuatan untuk senantiasa meninggalkan dosa-dosa yang kuperbuat serta menyadarkanku untuk selalu menambah amal ibadahku kepada Allah SWT.¨Aku berlari, berlari jauh menuju sebuah tempat persembunyian, sebuah tempat yang hanya ada aku dan Tuhanku. Kubenamkan diriku dalam sujud-sujud panjangku kepada-Nya. Seraya mengucapkan permohonan tulus dari hati seorang manusia yang merasa sangat kecil dimata Tuhannya.¨œYa Allah SWT¦ Aku tahu dan aku sangat paham bahwa hidup dan matiku itu semua terjadi atas kehendak-Mu. Namum mengapa aku selalu saja melupakan hal tersebut? Mengapa aku selalu saja menomor duakan diri-Mu dari kehidupanku di dunia yang tidak kekal ini? Maafkan aku Ya Allah karena aku selalu tergoda pada nikmat dunia yang hanya sementara Kau titipkan kepadaku. Kembalikanlah aku Ya Allah, kembalikan aku pada jalan-Mu, pada jalan yang membawaku pada surga-Mu yang indah¦�¨œYa Allah SWT¦ Aku tahu bahwa Engkau telah dengan ikhlas mengabulkan setiap doa yang kupanjatkan dimanapun aku menginginkannya. Tetapi mengapa aku selalu lupa untuk sekedar mengucapkan rasa terimakasihku kepada-Mu? Maafkan aku Ya Allah, maafkan aku karena terlalu angkuh untuk menyadari semua kebesaran-Mu. Berikan aku hidayah-Mu agar aku dapat senantiasa selalu bersyukur atas semua nikmat yang Engkau berikan selama ini¦�¨Dengan mata yang penuh dengan genangan air mata, kututup renunganku dengan sebuah ucapan Amin Yaa Rabbal ˜Alamin¨